Prinsip Teologi Multikultural sebagai Fondasi bagi Kehidupan Menggereja Di Tengah Keragaman
Abstract
Speaking of the church as a common life (communion-koinonia), the church cannot be separated from the reality of diversity (multiculturality). Multiculturality in the church community, in addition to enriching the life of Service and fellowship, not least also resulted in ‘friction’ among the congregation. The church, which is supposed to bring brotherly harmony to all of God's children, is instead contaminated with various conflicts of interest. Based on the existing problems, it takes the right strategy to deal with all forms of problems that occur in diverse church communities to produce a solid community that uses the principles of multicultural theology. To achieve the research objectives that have been described above, the method used a descriptive qualitative approach through literature study. The primary and secondary data collection techniques, use library study techniques. Through the method used, the results found that the principles of multicultural theology such as: first, the nature of man as creation is the basis of multiculturality; second, the incarnation of Christ as the Christological basis for relations between multicultural congregations and third, the naturality aspect of the church in interacting in a multicultural congregation is very important to understand and further implement in church life amid diversity so as to produce a solid community in the church.
Berbicara mengenai gereja sebagai kehidupan bersama (persekutuan-koinonia), maka gereja tidak lepas dari realitas keragaman (multikulturalitas). Multikulturalitas dalam komunitas gereja, selain memperkaya dalam kehidupan pelayanan dan persekutuan, tidak sedikit juga mengakibatkan ‘gesekan’ di antara jemaat. Gereja yang seharusnya menghadirkan kerukunan bersaudara dengan semua anak Allah, malah terkontaminasi dengan beragam konflik kepentingan. Berdasarkan permasalahan yang ada, dibutuhkan strategi yang tepat dalam menyiasati segala bentuk problematika yang terjadi dalam komunitas gereja yang beragam sehingga menghasilkan komunitas yang solid yakni menggunakan prinsip-prinsip teologi multikultural. Untuk mencapai tujuan penelitian yang telah dipaparkan diatas, maka metode yang digunakan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data, baik primer maupun sekunder melalui studi kepustakaan. Melalui metode yang digunakan, maka hasil yang ditemukan bahwa prinsip-prinsip teologi multikultural seperti: pertama, natur manusia sebagai ciptaan menjadi dasar multikulturalitas; kedua, inkarnasi Kristus sebagai dasar Kristologis bagi relasi antar jemaat yang multikultur dan ketiga, aspek naturalitas gereja dalam berinteraksi di tengah jemaat yang multikultur sangat penting untuk dipahami dan selanjutnya diimplementasikan dalam kehidupan menggereja di tengah keragaman sehingga menghasilkan komunitas yang solid dalam gereja.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Berkhof, Louis. Teologi Sistematika: Doktrin Manusia. Surabaya: Penerbit Momentum, 1995.
Brown, Francis, S.R. Driver, and Charles A. Briggs. The New Brown-Driver-Briggs-Gesenius Hebrew and English Lexicon. Peabody: Hendrickson Publisher, 1981.
Calvin, Yohanes. Institutio: Pengajaran Agama Kristen. Edited by Th. van den End. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2015.
Dahua, Anselmus. 12 Langkah Mengaktifkan Partisipasi Jemaat Lingkungan. Yogyakarta: PT Kanisius, 2014.
Dawa, Markus Dominggus L. “Menjadi Jemaat Multikultural : Suatu Visi Untuk Gereja-Gereja Tionghoa Injili Indonesia Yang Hidup Di Tengah Konflik Etnis Dan Diskriminasi Rasial.” Veritas: Jurnal Teologi dan Pelayanan 7, no. 1 (2006): 127–144.
Doeka, Fredrik Y A. “Merajut Ke-Indonesia-an Yang Multikultural Dalam Pandangan Gereja Knitting Multicultural Indonesia in the Church ’ s View.” Millah : Jurnal Studi Agama 18, no. 1 (2018): 15–30.
Franky, Franky. “Gereja Dan Kaum Termarginalkan: Suatu Tinjauan Biblika Berdasar Kitab Keluaran 22:21-27.” Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2, no. 2 (2022): 136–153.
Gangel, Kenneth O, and Samuel L Canine. Communication And Conflict Management. Edited by Stefanus Triwardani. Malang: Gandum Mas, 2012.
Green, Jay P. The Interlinear Bible. Edited by Jay P. Green. Massachusetts: Hendrickson Publisher, 1986.
GUNAWAN, AGUNG. “Mengelola Konflik Dalam Gereja.” SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika 1, no. 1 (2020): 7–16.
Guthrie, Donald. Teologi Perjanjian Baru 1: Allah, Manusia, Kristus,. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2003.
Halverstadt, Hugh F. Mengelola Konflik Gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2012.
Hamilton, Victor P. “Demut.” In Theological Wordbook of the Old Testament (Volume 1), edited by R. Laird Harris, Gleason L Jr. Archer, and Bruce K. Waltke. 1st ed. Chicago: The Moody Bible Institute, 1980.
Haryati, Tri Astutik. “TEOLOGI MULTIKULTURAL (Resolusi Konflik Religiusitas Di Indonesia).” Religia 14, no. 2 (2017).
Henry, Matthew. Tafsiran Matthew Henry: Kitab Kisah Para Rasul. Edited by Dkk Tjia, Johnny. Surabaya: Penerbit Momentum (Momentum Cristian Literature), 2014.
Heri, Oktavianus P.N. Ibadah Kontemporer: Ancaman Atau Ladang Baru? (Teologi Inkarnasi Sebagai Dasar Pengembangan Ibadah Bernuansa Kultur Populer). Yogyakarta: Yayasan Taman Pustaka kristen Indonesia, 2020.
Horst Kuhli. “Eikon.” In Exegetical Dictionary Of The New Testament, edited by Horst Balz and Gerhard Schneider. Grand Rapids, Michigan: William B. Eerdmans Publishing Company, 1990.
Hwang, Thomas. Apa Tujuan Dari Penciptaan? Korea: AMI Publikasi, 2016.
Jenson, Ron, and Stevens Jim. Dinamika Pertumbuhan Gereja. Malang: Gandum Mas, 2004.
Kountur, Ronny. Metode Penelitian Untuk Penulisan Skripsi Dan Tesis. Jakarta: PPM, 2005.
Kurniawati, Maryam. Pendidikan Kristiani Multikultural. Tangerang: Bamboo Bridge Press, 2014.
Lie, Paulus. “Kesatuan Gereja Diwujudkan Melalui Ibadah Dan Pemberdayaan Warga.” Majalah Berkat,. Surabaya, September 2012.
Lukito, Daniel Lukas. Pengantar Teologi Kristen I. Bandung: Yayasan Kalam Hidup, n.d.
Lumintang, Stevri Indra. Finalitas Kristus & Kekristenan: Arrogant, Tolerant, Ignorant? Jakarta: Geneva Insani Indonesia, 2018.
———. Introduksi Theologia Sistematika: Sistem Berpikir Logis-Theologis. Jakarta: Geneva Insani Indonesia, 2019.
Mbuilima, Ayub Abner Martinus. “Penerapan Karya Inkarnasi Kristus Dalam Gereja Multikultural Sebagai Etik Gereja Di Indonesia.” Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 1, no. 2 (2021): 140–152.
Media, Kompas Cyber. “Keberagaman Suku Bangsa Di Indonesia Halaman All.” KOMPAS.Com. Last modified 2021. Accessed February 14, 2023. https://www.kompas.com/skola/read/2020/03/20/120000169/keberagaman-suku-bangsa-di-indonesia.
Pratt, Richard L. Designed For Dignity: What God Has Made It Possible For You To Be. Edited by Hendry Ongkowidjojo. Surabaya: Penerbit Momentum, 2000.
Rey, Hendra. Manusia: Dari Penciptaan Sampai Kekekalan. Malang: Gandum Mas, 2002.
Sadya, Sarnita. “Peta Bahasa Daerah Di Indonesia Provinsi Mana Paling Banyak?” Https://Dataindonesia.Id. Last modified 2022. Accessed June 25, 2023. https://dataindonesia.id/Ragam/detail/peta-bahasa-daerah-di-indonesia-provinsi-mana-paling-banyak.
Sagala, Mangapul. Firman Menjadi Daging: Kristologi Berdasarkan Yohanes 1:14. Jakarta: Perkantas Jakarta, 2009.
———. Superioritas Dan Keistimewaan Alkitab,. Jakarta: Perkantas Jakarta, 2003.
Sihombing, Lotnatigor. Sistematika 1. Jakarta: Sekolah Tinggi Teologi Yordan Alyamin, 2004.
———. Sistematika 2. Jakarta: STT Yordan Alyamin, 2004.
Strong, James. A Concise Dictionary Of The Words In The Hebrew Bible. New York: Mott Media, n.d.
Sudarmanto, Gunaryo. “Meretas Rancang Bangun Teologi Multikultural.” Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama 1, no. 1 (2019): 121–146.
———. Teologi Multikultural. Batu: Departemen Multimedia YPPII Batu, 2014.
Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif Dan R & D. Bandung: Alfabeta, 2014.
Thiesen, Henry. Teologi Sistematika. Malang: Gandum Mas, 2008.
Wiyono, Andreas Untung, and Sukardi. Manajemen Gereja: Dasar Teologis & Implementasi Praktisnya. Bandung: Bina Media Informasi, 2010.
DOI: https://doi.org/10.46817/huperetes.v4i2.182
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2023 HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Diterbitkan oleh:
Sekolah Tinggi Teologi Kalimantan, Jalan Gajah Mada 50 Pontianak - Kalimantan Barat. Email: office@sttkalimantan.ac.id
HUPERETES telah diindeks pada:
View HUPERETES Stats



.jpg)










