Keterlibatan Guru PAK SMU Negeri Se-Kota Kupang dalam Pelayanan Gereja
Abstract
The purpose of writing this article is to determine the involvement and activeness of Christian Religious Education Teachers at Public Middle Schools in Kupang City in the ministry of clerical affairs as presbyters and as categorical servants, especially in the category of children and adolescents or what is often called Sunday school. The method used in this study is a qualitative method by interviewing 41 Christian Religious Education Teachers spread across 12 State Public Middle Schools in the city of Kupang, East Nusa Tenggara. From the results of the study, it was found that although this Christian Religious Education teacher had a correct understanding of the background of his attendance at school, namely Christian Religious Education teachers were church servants sent to serve congregations in schools, but most Christian Religious Education teachers did not have a relationship with the church. or not yet involved in the church ministry where he is a member, either as a presbyter or as a minister of children and youth (Sunday school). This conclusion was stated based on the informant's admission during the interview that 1) They did not have free time to be involved in church services, 2) Church services had many people taking care of it so they did not need to be involved, 3) Christian religious education teachers were paid by the state, not church so that they focus more on taking care of teaching in schools than in church.
Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui keterlibatan dan keaktifan Guru-guru PAK yang ada di Sekolah Menengah Umum (SMU) Negeri se-Kota Kupang dalam pelayanan bidang kemajelisan gereja sebagai presbiter dan sebagai pelayan kategorial khususnya kategorial anak dan remaja atau yang sering disebut sekolah minggu. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan mewawancarai 41 Guru PAK yang tersebar di 12 SMU Negeri yang ada di wilayah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa walaupun Guru PAK ini memiliki pemahaman yang benar tentang latarbelakang kehadirannya di sekolah yaitu guru PAK adalah pelayan gereja yang diutus untuk melayani jemaat di sekolah-sekolah, namun sebagian besar guru PAK belum memiliki hubungan dengan gereja atau belum terlibat dalam pelayanan gereja, dimana ia sebagai anggotanya, baik sebagai presbiter maupun sebagai pelayan anak dan remaja (sekolah minggu). Kesimpulan tersebut dikemukakan berdasarkan pengakuan informan pada saat wawancara bahwa 1) Mereka tidak punya waktu luang untuk terlibat dalam pelayanan di gereja, 2) Pelayanan gereja sudah banyak orang yang mengurusnya karena itu mereka tidak perlu terlibat, 3) Guru PAK digaji oleh negara bukan gereja sehingga mereka lebih fokus mengurus pengajaran di sekolah dari pada di gereja.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ermindyawati, Lilis. “Peranan Guru Pendidikan Agama Kristen Terhadap Perilaku Siswa-Siswi.” FIDEI: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika 2 (2019): 40–61.
G. P., Harianto. Pendidikan Agama Kristen Dalam Alkitab Dan Dunia Pendidikan Masa Kini. Andi Yogakarta, 2016.
Homrighausen, E. G & I. H. Enklar. Pendidikan Agama Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2012.
Karo-Karo, Selamat. “Hubungan Guru Sekolah Minggu dengan Keaktifan Anak dalam Ibadah Sekolah Minggu Di GMI Siloam Binjai Tahun 2017.” Jurnal Pendidikan Religius 1, no. 1 (2019): 18–21.
Moleong, J. L. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosda Karya, 2000.
Montolalu, Hadassah. “Peran Guru Kristen Dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa Kelas 1 SD Pada Pembelajaran Online.” Universitas Pelita Harapan, 2020.
Nuhamara, Daniel. “Pengutamaan Dimensi Karakter Dalam Pendidikan Agama Kristen.” Jurnal Jaffray 16, no. 1 (2018): 93–114.
Sianipar, Desi. “Peran Pendidikan Agama Kristen Di Gereja Dalam Meningkatkan Ketahanan Keluarga.” Jurnal Shanan 4, no. 1 (2020): 73–92.
Sidjabat, B.S. Strategi Pendidikan Kristen, Suatu Tinjauan Teologis-Filosofis. Yogyakarta: Yayasan Andi, 1999.
Simanjuntak, Junihot M. “Implikasi Konsep Dan Desain Kurikulum Dalam Tugas Pembinaan Warga Jemaat.” Jurnal Jaffray 12, no. 2 (2014): 251–272.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2010.
Tamaweol, Roy D. “Jabatan Gerejawi Menurut Calvin Dan Implikasinya Bagi Organisasi Dan Tata Gereja Di Masa Kini.” Educatio Christi 1, no. 1 (2020): 17–24.
Tanduklangi, Rinaldus. “Analisis Tentang Tujuan Pendidikan Agama Kristen (PAK) Dalam Matius 28: 19-20.” PEADA’: Jurnal Pendidikan Kristen 1, no. 1 (2020): 47–58.
Taopan, Linda Yunita. “Peran Guru Kristen Sebagai Fasilitator Dalam Pembelajaran Daring Untuk Mengembangkan Keaktifan Belajar Siswa.” Universitas Pelita Harapan, 2020.
Telaumbanua, Arozatulo. “Profesionalisme Guru Agama Kristen Dalam Membina Jemaat.” ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 3, no. 1 (2020): 12–24.
Tindagi, Magdalena Grace K. “Yesus: Sosok Guru Agung (Kompetensi Dan Profesionalitas Dasar Guru Pak).” Missio Ecclesiae 5, no. 1 (2016): 1–21.
Tulung, Jeane Marie, and Yornan Masinamboue. “Pemikiran Teologis Edukatif Yohanes Calvin serta Relevansinya bagi Pendidikan Bergereja Masa Kini.” Tumou Tou (2020): 11–26.
DOI: https://doi.org/10.46817/huperetes.v2i2.54
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2021 HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Diterbitkan oleh:
Sekolah Tinggi Teologi Kalimantan, Jalan Gajah Mada 50 Pontianak - Kalimantan Barat. Email: office@sttkalimantan.ac.id
HUPERETES telah diindeks pada:
View HUPERETES Stats



.jpg)










